Skip to main content

MENUMBUHKAN CITA-CITA PADA ANAK

MENUMBUHKAN CITA-CITA PADA ANAK
====================

SAHABAT KELUARGA – Mendengar cita-cita tinggi yang dilontarkan anak usia dini tentu sangat menyenangkan dan membanggakan. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, polisi, pilot dan beragam profesi lainnya yang membanggakan.

Dalam benak anak usia dini, cita-cita merupakan sesuatu yang tidak nyata. Untuk itu, perlu peran orang tua untuk menjelaskan apa yang dimaksud cita-cita dan bagaimana mewujudkan cita-cita tersebut.

Cita-cita anak juga sering berubah-ubah. Kadang menyebutkan berbagai profesi yang dia lihat dan menganggumkan, kadang pula menyebutkan profesi kedua orang tuanya. Beberapa tahun ke depan, cita-cita tersebut mungkin akan berubah seiring dengan pengaruh lingkungan yang dilihatnya. Semakin bertambah besar, anak juga akan semakin mengenal jenis pekerjaan lainnya.

Sebagai orang tua, ada baiknya tidak memaksakan suatu cita-cita kepada anak. Hal pertama yang dilakukan, orang tua menemukan dan mengenali bakat serta potensi anak. Setelah itu, baru asah dan arahkan anak-anak sesuai bakat dan potensi anak tersebut.

Jika anak masih kebingungan dengan cita-cita, orang tua bisa menumbuhkannya dengan cara:

1. MEMBACAKAN CERITA

Setelah mengenal potensi anak, ayah bunda dapat mencarikan buku-buku cerita yang menjadi minat anak. Ajaklah mereka ke toko buku atau perpustakaan sekolah untuk mencari buku-buku cerita yang menjadi minatnya.

Misalnya buku ‘Aku Bisa Berhitung’ untuk anak dengan kecerdasan berpikir, buku ‘Aku Pandai Bercerita’ untuk anak dengan kecerdasan bahasa, atau buku ‘Musik Itu Hiburanku’ untuk anak dengan kecerdasan musik.

2. BERMAIN PERAN

Bermain peran dapat mendorong tumbuhnya cita-cita anak. Gunakan waktu senggang untuk bermain peran bersama anak. Manfaatkan peralatan main yang ada di rumah. Bisa juga membuat permainan tersebut bersama anak, selain menambah pengetahuan anak juga dapat membuat permainan tersebut jadi seru dan anak akan bersemangat memainkannya.

Diskusikan dengan anak peran apa yang dibutuhkan dan siapa yang akan memerankannya. Misalnya, seorang anak ingin menjadi dokter. Ajak anak untuk bermain dokter-dokteran. Jangan lupa undang tetangga atau adik untuk bermain bersama agar lebih seru, termasuk ayah bunda ikut bermain seolah-olah sedang memeriksakan anaknya yang sakit ke dokter.

Untuk yang memiliki bakat wirausaha, lakukan permainan jual-jualan di teras atau belakang rumah. Sediakan juga tas kecil dan uang-uangan agar anak mengetahui konsep jual beli termasuk laba dan rugi.

Cara pengenalan lainnya, sesekali bisa juga mengajak anak bermain ke rumah teman atau saudara dengan profesi yang beragam. Tujuannya untuk memberikan gambaran peran-peran orang dewasa. Kunjungan dapat dilakukan pada saat orang dewasa tersebut masih bekerja. Sehingga anak akan dapat melihat pakaian yang dikenakan, peralatan yang digunakan, dan situasi yang dihadapi oleh jenis pekerjaan itu. Anak juga akan belajar tentang kegunaan adanya pekerjaan tersebut.

Jika pengalaman yang dilihat ini sesuai dengan hati dan minat anak, niscaya akan mendorong anak untuk memiliki cita-cita seperti orang tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Artikel bagus, MARI SELAMATKAN ANAK KITA

SELAMATKAN ANAK KITA “Aa, Abang, Kaka. Masuk kamar!” Suara Ayah tegas dengan nada dan volume cukup tinggi, namun bermimik wajah lembut.. Ada apa gerangan..? Ayah hampir tidak pernah sekeras ini saat berbicara.. Kami bertiga masuk ke kamar, menuruti perintah Ayah dengan kepala tertunduk.. Peluh masih membasahi sekujur punggung.. kami baru pulang bermain bola di kampung sebelah saat adzan Isya' telah berkumandang.. Memang kami terlalu larut bermain.. Kamar itu sebenarnya sebuah garasi yang disulap menjadi tempat tidur bersama dan ruang serbaguna dengan penerangan lampu seadanya... Aa bersila diantara aku dan Kaka yang juga ikut bersila.. Kami sering disebut ‘Tiga Serangkai’ oleh tetangga karena selalu bertiga kemana-mana.. Ayah pun bersila di hadapan kami.. Wajahnya mempertontonkan kekecewaan yang semakin membuat kami ciut.. _“Kenapa pulang selarut ini?”_ Ayah mulai menginterogasi kami.. Aa sebagai kakak lelaki pertama memposisikan diri sebagai juru bicara, dan ...

8 UCAPAN AJAIB UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK

8 UCAPAN AJAIB UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK Berikut ini 8 ucapan atau kata-kata ajaib yang penting diajarkan kepada anak-anak sejak kecil. Ucapan ini akan membentuk karakter positif anak. 1. Salam Ajarkan dan biasakan ucapan "Assalamu 'alaikum" kepada anak agar terbiasa dengan salam yang Islami. Tiap masuk rumah atau masuk kamar orangtua atau ketemu orang lain, ucapannya selalu salam. Ucapan ini membentuk jiwa penuh kedamaian pada diri anak. 2. Dzikir Biasakan ucapan yang mengandung muatan dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu. Misalnya astaghfirullah, subhanallah, alhamdulillah, masyaallah, insyaallah, barakallah, dan lain sebagainya. Bukan ucapan: Astaga! Gila! Bego! Dzikir menciptakan karakter taqwa pada diri anak. 3. Tolong Biasakan anak untuk mengucapkan kata ‘tolong’ setiap ia meminta bantuan kepada orang lain. Jika terbiasa dengan kata ini, akan tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong. 4. Terimakasih Biasakan mengucapkan kata ...

Siapa capres pilihanmu? Siapapun yang jadi kita tetap kerja sendiri. Jangan saling hujat

*Ini pesan bagus, ...saya gak liat siapa yang berpesan, tapi konteksnya apik, maka saya teruskan* Inna Lillahi wa Inna ilaihi raji'un Ketua Seknas Jokowi Meninggal Dunia, Ini Pesan Terakhirnya 22 Mar 2019 18:29 Nasional Ketua Umum Seknas Jokowi, M Yamin meninggal dunia akibat serangan jantung. Yamin yang juga Wakil Direktur Relawan Jokowi-Ma’ruf ini meninggal saat di rawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Majalengka, Jumat, 22 Maret 2019 sore. Informasi yang diterima ngopibareng.id, jenazah rencananya akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Pugeran III, Maguwoharjo, Depok, Kabupaten Sleman, Jogjakarta. Sementara itu, sehari sebelum meninggal dunia, Yamin sempat menulis di media social berjudul “Mereka orang baik atau kita yang kurang baik” Dan berikut postingan terakhir Yamin : Mendukung boleh. Tapi jangan terlalu FANATIK sehingga akal sehat mu tidak dipakai. Alangkah lebih baik Jika engkau dukung dengan doa. Doakan Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Jika tidak Suka P...